Minggu, 22 Februari 2009

Malam di Depan Loket Sirkus

"Permisi, pak! Uang ini terjatuh dari saku Anda!"

Pria itu tahu masalah yang dihadapinya.
Dia tak ingin minta bantuan, tetapi yang pasti, ia sangat mengahrgai bantuan tersebut dalam situasi yang menyedihkan, sekaligus memalukan.
Dia menatap langsung mata ayahku, menyambut tangan ayahku dengan kedua tangannya, menggenggam erat lembaran uang 20 dolar tersebut, dan dengan bibir bergetar dan air mata membasahi pipinya, dia menjawab,

"Terima kasih, terima kasih banyak, Pak. Uang ini benar-benar berarti bagi saya dan keluarga saya."

Malam itu malam yang panjang, di mana ayah-ku-berperan menjadi ayah terhebat malam itu.

(ini adalah salah satu kutipan dari buku yang sangat senang kubaca-yang adalah karya orang luar-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya harap komentar Anda,,untuk memberi semangat maupun nasehat...ditunggu!!